Jumat, 28 September 2007

MotivasiKu adalah Sperma

MotivasiKu adalah Sperma

Pernah kah anda membaca buku2 pengembangn diri seperti ESQ power karya ary ginanjar, the magic of thinking big-nya david j. Schwartz, chicken soup atau buku2 nya dale Carnegie, Stephen covey, Gede prama, Tung desem Waringin dll. Bagaimana menurut anda?

Jujur, saya adalah orang yang mulai bingung dengan begitu beragamnya buku motivasi tersebut. Mau pilih yang mana?alih2 saya malah bosan dan muak mengikuti perkembangan buku2 itu. Dulu saya penggemar buku2 tersebut, saya punya banyak buku

Model itu. Tapi kebanyakan buku2 itu berisi sama dan jarang menmpilkan cara konkrit dan kurang bersifat praktis, kalaupun praktis tapi agak sukar dipraktikan (orang seperti saya ini adalah orang yang berpikir negative, tidak positif, dan berpikir skeptis atau tidak optimis menuruit buku2 tersebut). Lagipula pengalaman mereka yang berhasil diterapkan pada diri sang motivator itu belum tentu cocok diterapkan oleh jutaan orang lain.

Sebagai informasi buku-buku itu berisi pesan2 luhur dan kaya moral untuk menjadi pribadi yang unggul, percaya diri, sukses secara spiritual, sosial dan juga material. Para penulis membagikan aneka tips dan trik untuk menjadikan kita para pembaca menjadi pribadi yang dashyat, ketika muda kaya raya, tua bahagia, dan mati masuk surga. Sedikit utopis memang visi yang ingin mereka berikan. Tapi saya sependapat dengan tagline adidas yang menyatakan impossible is nothing. Di dunia semua serba mungkin, itu lah intinya.

Entah kenapa banyak para penulis yang memilih menulis tentang bagaimana membuat orang lain bahagia. Semakin kompleks kah permasalahan hidup di dunia yang sekarang ini? Sehingga semua orang merasa tingkat stress, putus asa, dan kesedihan mereka sudah berada di level AKUT.

Kalau benar, berarti para penulis itu bukan hanya para motivator yang handal tapi juga adalah businessman yang hebat. Mereka tahu apa yang pasar inginkan dan butuhkan. Orang punya banyak masalah keuangan , asmara, rumah tangga, dan spiritual. Mereka hadir dengan membawa solusi. Tidak hanya melalui media buku, training2, seminar , bahkan layanan pesan pendek atau SMS.

Saran saya sebagai mantan konsumen produk2 pengembangan diri, ikutilah salah satu produsen, jangan kebanyakan nanti anda malah bingung seperti saya. Karena pada dasarnya buku2 dan produk mereka itu bagus semua, mereka semua orang hebat yang ingin orang lain juga menjadi hebat seperti hebatnya mereka. Mereka punya pengalaman yang ingin di-share kan ke semua orang.

Saya sebenarnya senang ketika orang curhat berbagai problem hidupnya dan saya ada sampingnya untuk memotivasi. Tapi seseorang mengatakan bahwa saya bukan pendengar yang baik, karena yang ada malah saya yang curhat kepada yang empunya curhat. Tapi setidaknya saya pernah menjadi motivator buat teman saya, yang tercinta Patria Nurhari, ketika dia berkeluh kesah tentang BUJS (Berkas Usulan Judul Skripsi) nya yang dia sendiri takut kalo BUJS nya di tolak oleh pihak jurusan. Dan saya hanya yakinkan dia bahwa kita ga boleh takut, harus optimis. Bagaimana pun juga kita ini manusia yang lahir dari SATU Sperma Pemenang dari jutaan Sperma yang bersaing untuk membuahi SATU Ovum, jadi semua manusia adalah pemenang. Bukan begitu Patria…sebenarnya penulis ragu apakah dirinya ketika itu dianggap sebagai Motivator atau Opiktor (orang berpikiran kotor) oleh patria, karena ngomongin sperma melulu : )

By the way, saya sangat suka dengan kalimat motivasi tersebut diatas, terkesan alamiah, mendasar, dan nakal. Saya menyebutnya Motivasi Sperma. Ya memang begitulah, Bukankah hakikat manusia ada dunia untuk menjadi pemimpin, sehingga kita adalah pemimpin, paling tidak untuk diri sendiri, dan bagaimana memimpin diri kalau kita belum bisa memenangkan diri kita masing2.

Ketika inspirasi itu...BUNUH DIRI!!!

Dalam satu bulan kebelakang ini, media massa Indonesia ramai memberitakan 3 kasus percobaan bunuh diri. Di Surabaya, Ada seorng ibu yg mau bunh diri dangan melompat dari kondominiumnya yang terletak di lantai 9, alsannya karena ia sudah tak tahan di kejar2 polisi karena problem rumah tangganya. Ada tukang es cendol yang mau bunuh diri dengan ingin melompat dari tower listrik bertegangan tinggi, ada pula pensiunan TNI yang tak tahan dengan tingkah-laku menantunya, dan mencoba bunuh diri dari atap rumahnya di semarang. 3 kasus ini menarik untuk dipikirkan. Karena aneh…dalam kurun waktu kurang dari 1 bulan, 3 orang di 3 tempat berbeda melakukan 3 aksi percobaan bunuh diri. Dan namanya juga percobaan so hasil akhirnya urung dilaksanakan.

Terlepas dari berbagai macam alasan mereka mencoba menutup usia sendiri. Media massa punya peranan penting dalam hal inspirasi bagi mereka. Dimulai awal decade 2000-an, program Kriminal di layar kaca menjamur, hampir semua stasiun tv swasta punya program tv ber-genre criminal news program. Positifkah tayangan macam ini menurut anda?

Kalau saya menilai itu negatif, alasannya Kriminal dibuatnya (para produser) menjadi tontonan eksklusif. Dahulu berita kriminal hanya merupakan sisipan dari program berita umum, hanya satu segmen (maksimal) untuk menginfokannya. Namun sekarang, seolah-olah para produser TV bias meramal bahwa program kriminal bakal menjadi Most-Wanted Program on TV di masa depan. Berita kriminal sekarang menjadi salah satu acara unggulan pendongkrak rating, bukan merupakan sisipan di berita umum namun dijadikan program tersendiri berdurasi 30 menit, penuh darah dan kekerasan, dan ditayangkan bebas pada siang dan sore hari tanpa ada himbauan khusus pada orang dewasa untuk mengawasi anak2 mereka menonton tontonan seperti ini.

Kita tahu dari dulu juga kriminal selalu ada, terjadi, ada pelaku, dan pelaku kriminal memakan korban. Saya menilai suatu kasus dikatakan kriminal apabila ada pelaku dan korban. Perampokan, pembunuhan, pemerkosaan, penipuan, dll. Namun sejak kapan orang bunuh diri dikategorikan tindakan kriminal? Mungkin ada pelaku, tapi siapa korbannya? Ada yang bisa menjawab?

Kembali ke inspirasi, ya, saya berpikir orang yang mencoba bunuh diri, terinspirasi dari tayangan2 kriminal di tv. Di tv semua hal di informasikan tentang bunuh diri. Mulai alasan kenapa orang2 bunuh diri, bagaimana caranya, dan tentu disertai gambar2 dramatis khas berita kriminal. Memang tidak hanya berita kiminal di tv yang bertanggung jawab dalam hal information and inspiration provider tentang bunuh diri, semua film, Koran, novel dll juga.

Saya masih sepakat dengan adanya berita kriminal di tv ataupun di media2 lain, namun hendaknya porsinya dikurangi, durasi dipersingkat, hentikan peng-eksklusif-an nya, dan jam penayangan yang harus sebisa mungkin tak dapat diakses oleh penonton anak2. saya khawatir masa depan anak2 indonesia yang selalu dicekokin berita tak layak konsumsi buat kaum muda seperti mereka. Sekarang saja orang dewasa bisa terinspirasi untuk bunuh diri, apalagi anak2 polos seperti mereka.

Minggu, 16 September 2007

terminologi "anjing"

"Anjing loe" makian yang kasar tapi bermakna samar di dunia permakian indonesia.
knapa orang indonesia senang memakai kata anjing untuk memaki?
bukannya kasta anjing lebih tinggi dari ayam, kodok, kadal, cicak, paling nggak anjing banyak yang terawat seperti kucing. kenapa ga pakai "kodok loe", "cicak loe", dan lain-lain?

tapi aplah arti sebuah makna dari sebuah kata makian...yang penting dapat mengakomodasi perasaan kesal kepada sesuatu maka itu sah dipakai. jadi tidak perlu dipertanyakan arti sebuah kata makian seperti anjing, babi, dan penghuni kebun binatang lainnya.

yang baca post ini pasti bilang ga penting banget siy aku nulis post ini...that's right, aku nulis ini emang dalam keadaan "tidak penting" so met menikmati n thank's for visiting this unnecessary post...

Kamis, 13 September 2007

prolog-mukadimah-opening

Ass Wr Wb

aku cm pengen kasih tau aja, isi blog ku tu apa aja.

yang jelas bukan kisah harianku, kaya kebanyakan orang muda ngisi blognya dengan post2 bersifat pribadi tapi dilucu2in...mau niru radithya dika tapi ga lucu malah jayus.

post2ku bakalan di dominasi ama tulisan2 yang berisi pemikiran subjektif dari ku, tentang fenomena2 yang terjadi di sekitar kita. emang terkesan kurang penting tapi menurut ku mendasar alias fundamental. karena aku penulisnya, jadi wajar kalo aku merekomendasikan kalian buat baca, insyaallah ada manfaat nya.

kenapa harus subjektif?
penulis cuma pengen make hak nya yang bebas berpendapat dan bersuara, yang jarang digunakan terutama dalam media tulisan.
mungkin secara lisan, sudah cukup banyak, tapi secara tertulis dirasa kurang banget.

banyak yang bakalan saya komentari mulai preview musik, buku, dan film. kebetulan ketiga2nya saya suka menikmati sampai mati.

jadi selamat menyelami dunia ku, silakan nikmati isinya, dan diizinkan untuk merespon...saya akan hargai itu.
terima kasih...

wassalam...

Rifki Ramadhan